welcome and thank you for visiting our web
Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Thursday, October 19, 2017

Sejarah Desa Cikalahang



Pada zaman dahulu desa Cikalahang merupakan hutan yang sangat lebat. Pada suatu hari ada seorang wanita yang hendak membuka lahan di hutan tersebut. Untuk dijadikannya tempat tinggal tetapi ia tidak bisa melakukan semua itu. ia harus menebang pepohonan yang sangat besar. iapun berfikir untuk membakar hutan tersebut.Namun karena dibakar api merambat kemana-mana hingga merambat ke Desa Bobos, Dukupuntang, Pakuncen. Karena itulah perbatasan desa Cikalahang tidak teratur.Setelah semua rata tanpa ada pepohonan orang-orangpun mendatangi lahan tersebut untuk menjadikan tempat tinggal. semakin lama semakin banyak orang yang bertempat tinggal di lahan tersebut. Hingga lahan tersebut menjadi ramai dan dinamakan sebagi desa Sudi Mampir, karena banyak orang yang mampir di lahan tersebut.

Pada suatu hari ada seorang kakek-kakek yang berjualan minyak di desa tersebut, tetapi tidak ada yang membelinya. Hingga akhirnya ia menjual minyak tersebut ke Desa Mandala, dan hasilnyapun tetap sama saja. Ia berfikir untuk berjualan kembali ke Desa Sudimampir, tetapi hasilnya sama saja. Ia beristirahat di bawah pohon Malaka iapun memakan beberapa buah malaka, tetapi rasanya pahit, dan ia meminum air sumur yang ada didekat pohon itu.Tetapi air itu terasa manis. Ia berfikir untuk menjual air tersebut, Ia menumpahkan semua minyaknya dan menggantinya dengan air sumur itu. Iapun langsung menjualnya keliling desa Sudi Mampir. Dan akhirnya air itu laku terjual karena masyarakat penasaran dengan air itu, Tapi masyarakat mengeluh karena rasa air tesebut tidak manis apa yang dikatakan oleh kakek-kakek tersebut. Masyarakat mengadukannya ke Desa, Keesokan harinya kakek tersebut dipanggil ke Desa untuk di Sidang.

Dalam sidang tersebut kakek itu menjelaskan bagaimana dan dimana ia mengambil air tersebut. Semua orang  tertawa mendengar cerita kakek itu. 'hahaha' Karena setelah memakan buah malaka terus minum air ,air itu akan terasa manis di mulut kita. Padahal air tersebut tidak manis. Dan peristiwa itu tersebar kemana-mana. Hingga pada akhirnya orang-ornag lebih mengenal desa Sudi Mampir dengan sebutan desa Cikalahang yang artinya Ci= cai/air, Lahang= hambar/ tak berasa.

Cikalahang adalah desa di kecamatan DukupuntangCirebonJawa BaratIndonesia. Desa Cikalahang terdiri dari lima blok yaitu Blok I, II, III, IV, dan V. Penduduk desa ini terdiri dari 2000 KK, karena merupakan desa terluas yang ada di Kabupaten Cirebon, ini bisa dibuktikan dengan berdirinya 3 masjid desa yang ada, di samping itu adanya 3 sekolah dasar yang jarang ditemui di tempat lain di kabupaten Cirebon. Sebagian besar penduduk di desa ini bertani dan pedagang. Desa Cikalahang merupakan batas desa yang menghubungkan Cirebon dengan Kuningan. Desa ini merupakan akses ke tempat Pariwisata Telaga Remis Kabupaten Kuningan. Bagi para penikmat kuliner sepanjang jalan menuju tempat wisata banyak dijumpai rumah makan terutama ikan bakar dengan cita rasa yang tinggi dengan harga yang kompetitif.




Kuliner Khas Cirebon


Kota strategis yang merupakan simpul antara daerah jawa barat dan jawa tengah ini bernama Cirebon. Cirebon mempunyai banyak julukan, yang paling terkenal adalah kota wali dan kota udang karena dahulu sebagian besar penduduk kala itu bermata pencaharian sebagai nelayan yang mencari ikan dan udang, bahkan konon katanya tidak perlu harus ke laut untuk menangkap udang, di kali-kali dekat rumah kadang udang sudah bisa ditemui dengan mudah. Soal kuliner, Masakan Cirebon dominan dengan rasa pedas dan asin, beberapa yang paling diingat adalah terasi dan tahu gejrot. Tapi, cirebon sebenarnya mempunyai banyak sekali kuliner khas yang sangat lezat dan layak untuk dicicpi ketika berkunjung ke cirebon. Apa saja tempat wisata kuliner cirebon yang terkenal? berikut akan kami rangkum untuk anda.

1. Nasi Jamblang
Kuliner khas Cirebon yang  terkenal salah satunya adalah Nasi Jamblang. Nasi Jamblang disajikan dalam daun jati dengan isi nasi dan lauk pauk seperti tahu, tempe, paru, cumi, daging, dan lainnya dengan harga bervariatif mulai dari Rp. 7000 lengkap dengan sambal khas Cirebon. Cara penyajian penjual nasi jamblang dengan menyodorkan nasi yang di bungkus daun jati kemudian pembeli dapat memilih sendiri lauk apa yang diinginkan. Salah satu warung makan nasi jamblang yang wajib di kunjungi adalah Nasi Jamblang Ibu Nur yang berlokasi di Jl. Cangkring 2 No.34, Kejaksan, Kota Cirebon,nasi jamblang Mang Dul yang berlokasi di  Jl. DR. Cipto Mangunkusumo No.8, Pekiringan, Kesambi, Cirebon.

2. Nasi Lengko
Nasi lengko atau sega lengko adalah makanan sederhana yang terdiri dari nasi, tahu, tempe, mentimun, tauge, dan daun kucai lalu di siram bumbu kacang dan kecap kemudian di taburi bawang goreng serta kerupuk, mirip seperti pecel. Harga nasi lengko juga murah, hanya dengan Rp. 5000 sampai Rp. 7000 anda bisa mendapatkan makanan lezat yang banyak tersebar di cirebon. Karena cara pembuatan yang mudah, nasi lengko dapat di jumpai di mana saja. Penjual nasi lengko yang paling laris dan ramai pembeli terdapat di warung H Barno, yang sudah ada 11 tahun, beralamat di Jalan. Pagongan. Cirebon. Buka setiap hari dari pukul 06.00 sampai 09.00.

3. Empal Gentong

Kuliner ini dinamakan empal gentong karena wadah tempat menaruh kuah empal ini berada di gentong, sedangkan empal adalah potongan daging yang dimasak hingga matang dan agak alot. Cara memasak empal gentong yang terkenal memberikan rasa yang unik biasanya menggunakan cara tradisional yaitu memasaknya dengan bahan bakar berupa kayu. Sekilas empal gentong mirip dengan soto, yang berkuah santal kental. Empal gentong bisa juga dinikmati  dengan nasi atau lontong, bagi para pecinta pedas dapat menambahkan sambal yang terbuat dari cabai merah kering tumbuk untuk menambahkan sensasi rasa. Kisaran harga untuk empal gentong khas cirebon relatif murah yaitu sekitar Rp. 10.000 per-porsi. Tempat empal gentong yang paling terkenal di Cirebon adalah empal gentong Mang Darma yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi no 1 Cirebon.

4. Tahu Gejrot

Apa itu tahu gejrot? tahu gejrot adalah makanan yang terdiri dari tahu yang sudah digoreng kemudian dipotong agak kecil lalu dimakan dengan kuah yang bumbunya cabe, bawang putih, bawang merah, gula dan Biasanya ciri khasnya disajikan di sebuah layah kecil. 

Tahu gejrot ini merupakan jajanan khas daerah Cirebon yang digemari di kalangan anak-anak dan orang dewasa, karena sensasi rasanya yang khas yang di dapatkan jika menyantap kuliner ini. Biasanya tahu yang digunakan  untuk membuat makanan ini adalah tahu sumedang yang memang sudah terkenal gurihnya.

Untuk menikmati makanan ini juga unik, yakni dengan satu lidi kecil kemudian tusuk bagian tahu yang telah dipotong-potong tersebut. Saat ini tahu gejrot sudah terkenal dan sudah menyebar ke seluruh Indonesia seperti Jakarta, Malang, Depok, Surabaya dan beberapa tempat di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

5. Docang

Docang adalah Makanan berupa perpaduan antara lontong yang di potong-potong, daun singkong, tauge, kelapa parut, kerupuk yang disiram kuah dage alias tempe gembos atau oncom, yang menciptakan perpaduan rasa unik yang jarang ditemui ditempat lain. Sekilas docang nampak seperti lontong sayur atau opor yang mudah ditemui ditempat lain tetapi sebenarnya docang lebih otentik dan "berbeda dari makanan lontong berkuah yang sejenis di kota lain. Makanan yang murah meriah yang jadi sarapan favorit warga cirebon ini di bandrol Rp. 5000 per-porsi. Docang sangat mudah di jumpai di kota Cirebon, salah satunya yang laris dan  di Jalan Kesambi atau Jalan Siliwangi Cirebon.

6. Krupuk Mlarat (Mars)
Makanan ini dinamakan kerupuk melarat karena tadinya merupakan simbol orang melarat atau miskin yang tidak mampu membeli minyak untuk menggoreng kerupuk ini. Kerupuk melarat terbuat dari bahan dasar tepung tapioka dan di masak dengan cara di goreng memakai pasir bersih yang telah di ayak terlebih dahulu, kerupuk ini dimasak tidak memakai minyak seperti kerupuk lainnya sehingga lebih rendah kolestrol dan rasanya lebih enak. Beragam warna dari kerupuk melarat membuatnya semakin menarik, di sajikan dengan sambal asam membuat rasanya semakin menggoda. Kerupuk melarat dapat dijumpai dimana saja diwilayah Cirebon, terutama daerah jalur pantura. Kerupuk melarat ini di jual dengan harga mulai dari Rp. 2000, cocok untuk menjadi teman perjalanan ketika macet melanda di jalur pantura.

7. Es Duren
Es Durian adalah percampuran Es Krim tradisional yang ditambahkan buah durian segar dan disiram dengan sirup pisang susu khas cirebon sehingga selain dapat menuntaskan dahaga, juga rasanya sangat enak. Tentunya bagi sebagian orang yang kurang menyukai buah durian dapat meminta untuk tidak menambahkan buah durian di dalamnya.

Dan masih banyak lagi kuliner khas kota cirebon yang lainnya, jika anda penasaran, lebi baik daang langsung.

Sejarah Cirebon


Cirebon merupakan sebuah kerajaan bercorak Islam ternama yang berasal dari Jawa Barat. Kesultanan Cirebon berdiri pada abad ke-15 dan 16 Masehi. Kesultanan Cirebon juga merupakan pangkalan penting yang menghubungkan jalur perdagangan antar pulau.

Kesultanan Cirebon berlokasi di pantai utara pulau Jawa yang menjadi perbatasan antara wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat, ini membuat Kesultanan Cirebon menjadi pelabuhan sekaligus “jembatan” antara 2 kebudayaan, yaitu budaya Jawa dan Sunda.

Sehingga Kesultanan Cirebon memiliki suatu kebudayaan yang khas tersendiri, yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi oleh kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Sunda.

Sejarah Kerajaan Cirebon

Menurut Sulendraningrat yang mendasarkan pada naskah Babad Tanah Sunda dan Atja pada naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, Cirebon mulanya adalah sebuah dukuh kecil yang awalnya didirkan oleh Ki Gedeng Tapa, yang lama-kelamaan berkembang menjadi sebuah perkampungan ramai dan diberi nama Caruban (Bahasa Sunda: campuran).
Dinamakan Caruban karena di sana ada percampuran para pendatang dari berbagai macam suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat, latar belakang dan mata pencaharian yang berbeda. Mereka datang dengan tujuan ingin menetap atau hanya berdagang.
Karena awalnya hampir sebagian besar pekerjaan masyarakat adalah sebagai nelayan, maka berkembanglah pekerjaan lainnya, seperti menangkap ikan dan rebon (udang kecil) di sepanjang pantai yang bisa digunakan untuk pembuatan terasi. Lalu ada juga pembuatan petis dan garam.
Air bekas pembuatan terasi inilah akhirnya tercipta nama “Cirebon” yang berasal dari Cai(air) dan Rebon (udang rebon) yang berkembang menjadi Cirebon yang kita kenal sekarang ini.
Karena memiliki pelabuhan yang ramai dan sumber daya alam dari pedalaman, Cirebon akhirnya menjadi sebuah kota besar yang memiliki salah satu pelabuhan penting di pesisir utara Jawa.
Pelabuhan sangat berguna dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan di kepulauan seluruh Nusantara maupun dengan negara lainnya. Selain itu, Cirebon juga tumbuh menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa Barat.

Pendirian Dan Silsilah Raja Kerajaan Cirebon

Pangeran Cakrabuana (1430 – 1479) merupakan keturunan dari kerajaan Pajajaran. Ia adalah putera pertama dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dan istri pertamanya yang bernama Subanglarang (puteri Ki Gedeng Tapa). Raden Walangsungsang(pangeran Cakra Buana) meiliki dua orang saudara kandung, yaitu Nyai Rara Santang dan Raden Kian Santang.
Sebagai anak laki-laki tertua, seharusnya ia berhak atas tahta kerajaan Pajajaran. Namun karena ia memeluk agama Islam yang diturunkan oleh ibunya, posisi sebagai putra mahkota akhirnya digantikan oleh adiknya, Prabu Surawisesa (anak laki-laki dari prabu Siliwangi dan Istri keduanya yang bernama Nyai Cantring Manikmayang).
Ini dikarenakan pada saat itu (abad 16) ajaran agama mayoritas di Kerajaan Pajajaran adalah Sunda Wiwitan (agama leluhur orang Sunda) Hindu dan Budha.
Pangeran Walangsungsang akhirnya membuat sebuah pedukuhan di daerah Kebon Pesisir, mendirikan Kuta Kosod (susunan tembok bata merah tanpa spasi) membuat Dalem Agung Pakungwati serta membentuk pemerintahan di Cirebon pada tahun 1430 M.
Dengan demikian, Pangeran Walangsungsang dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon.\
Pangeran Walangsungsang, yang telah selesai menunaikan ibadah haji kemudian disebut Haji Abdullah Iman. Ia lalu tampil sebagai “raja” Cirebon pertama yang memerintah kerajaan dari keraton Pakungwati dan aktif menyebarkan agama Islam kepada penduduk Cirebon.

Pendirian kesultanan Cirebon memiliki hubungan sangat erat dengan keberadaan Kesultanan Demak.
Semoga Sejarah Kerajaan Cirebon tadi dapat memberikan manfaat bagi teman-teman semua, sekian dan terimakasih.